Jakarta-
Di mulai pada 2009 silam, Metsavainio memulai proyek ambisius nan megah ini. Ia mengumpulkan mosaik 1,7 gigapiksel dari Bima Sakti yang terdiri dari 234 gambar individu yang semuanya dijahit menjadi satu keutuhan.
Untuk menciptakan satu gambar dalam kurun waktu 12 tahun ini, Metsavainio menjelaskan alasannya. Ia memotret sebagian besar mozaik sebagai komposisi individu dan menerbitkannya sebagai karya seni independen.
Secara teknis, untuk memotret bintang-bintang di angkasa, Metsavainio menggunakan pendekatan berbeda satu sama lainnya, salah satunya kamera yang dipakai. Ada benda langit yang perlu lebih banyak exposure dibandingkan lainnya, karena tampak lebih redup dan lebih sulit dilihat. Contohnya, satu sisa supernova membutuhkan lebih dari 60 jam exposure.

No comments:
Post a Comment